Pengaturan Sirkulasi Udara yang Sehat di Rumah Sakit

Tempat orang sakit mendapatkan perawatan ini sangat perlu meperhatikan kenyamanan tiap ruangannya. Pemeliharan bangunan selain menyoroti kebersihan juga penting menanggulangi masalah pencahayaan dan sirkulasi udara. Terutama karena beberapa ruangan memang tidak dirancang untuk memiliki ventilasi alami seperti jendela atau exhaust fan. Ruang operasi, pantry, kamar jenasah adalah segelintir ruangan di Rumah Sakit yang dibuat sangat tertutup. Agar udara tidak pengap dan sejuk maka jasa instalasi listrik memperhatikan semua aspek yang dibutuhkan.

Cara Tata Udara di Rumah Sakit yang Baik Dan Sehat

Pasien yang sedang tidak sehat perlu berada diruangan yang nyaman dan bai melebihi orang sehat. Selain memastikan hawa panas atau pengap dalam ruangan bisa dikeluarkan, sebagai penyejuk juga digunaka Air Conditioned untuk mengatasinya. Begitu pula alasannya mengapa kebanyakan ruangan di Rumah Sakit sangat sejuk bahkan sampai dingin. Karena sirkulasi udara sangat krusial terutama di Rumah Sakit untuk menghindari bau disinfektan yang sangat khas. Berikut adalah beberapa proses pergantian udara yang paling cocok untuk diterapkan di Rumah Sakit.

1. Ventilasi Pasif

Sumber polusi bukan hanya dari luar ke dalam, namun bisa juga dari dalam. Contoh polusi berasal dari dalam Rumah Sakit seperti pembersih ruangan, disinfektan, pengharum ruangan, bakteri, dan lainnya. Kualitas udara dalam Rumah Sakit yang buruk berisiko memperburuk kondisi pasien. Ventilasi pasif adalah bentuk bukaan yang tidak membutuhkan mekanikal elektrikal yang dijalani oleh listrik. Cukup membuka jendela yang menghadap keluar dan udara dapat masuk kedalam. Atau adanya lubang angin tinggi diatas dinding sebagai bukaan yang tidak perlu dibuka tutup.

2. Ventilasi Aktif

Ventilasi jenis ini membutuhkan bantuan kontraktor hvac untuk mengatur sistem tata udara buatan dengan memperhatikan Heat, Ventilation, Aired Conditioned.  Keseluruhan sirkulasi udara yang menggunakan penyejuk ruangan atau AC dengan penggunaan ventilasi air duct yang meringankan kerja AC dengan mengambil udara didalam keluar. Udara didalam dikeluarkan oleh celah diatas langit-langit dan udara sejuk dimasukan melalui AC.

3. Intake Fan Udara Luar (Outdoor Intake).

Peralatan medis memiliki area pembuangan dengan cara dibakar untuk membunuh kuman, bakteri atau penyalah gunaan. Benda seperti sarung tangan, masker, bekas jarum suntikan yang bersifat sekali pakai dan tidak bisa bersih walau dicuci dengan disinfektan. Pengendalian asap hasil pembakarannya memerlukan ventilasi kusus berupa kipas khusus. Intake Fan ditempatkan sekitar 9 meter dari cerobong pembakaran yang yang dilengkapi dengan sistem vakum dan vent plambing untuk mengumpulkan gas berbahaya lainnya.

4. Outlet Pembuangan (Exhaust Outlets).

Kipas vakum yang ditempatkan diluar Rumah Sakit ini harus berada minimal 3 m di atas permukaan lantai serta jauh dari are yang biasa dilalui oleh orang. POsisinya juga sebaiknya jauh dari Kipas Intake atau berada jauh secara horizontal karena bentuknya yang menyerupai cerobong asap. Ventilasi yang mengeluarkan asap dari zat terkontaminasi tinggi seperti tudung asam, lemari keselamatan biologi, dan berbagai alat besar lainnya.

Baca juga: Design Interior Restoran Khas Turki

5. Filter Udara.

Rumah Sakit sangat memperhatikan elemen penyaring udara untuk menghalau bakteri dan partikel berbahaya dari aliran udara. Hal ini yang menyebabkan praktisi kedokteran sering menggunakan masker di Rumah Sakit, dan anak dibawah usia 12 tahun dilarang menjenguk pasien, karena mereka rentan tertular penyakit dari udara sekitar Rumah Sakit. Effisiensi filter tersebut ditempatkan dibeberapa titik yang terintegrasi dengan ventilasi atau sistem pengaturan udara terpusat.

6. Pemasangan Fan Dalam Lift

Menjaga kualitas udara, selain ditempatkan di ruangan kamar, ruang operasi dan ruangan lainnya juga dibuat dalam lift. Pengendalian temperatur disemua ruang tidak melupakan bagian lift sebagai bagian dari gedung yang digunakan oleh pengunjung RS. Terutama karena lift merupakan ruang kecil tanpa jendela, sehingga perlu ada AC dan ventilasi boven untuk membuat pengguna lift tetap nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *